DRUNKCloth

DRUNKCloth
Get Drunk on Cotton

Rabu, 29 Juni 2011

Bible of Barnabas

PERTAMA KALI INJIL BARNABAS DITEMUKAN
Seorang ilmuwan Inggris, DR. Sale mengatakan bahwa ia menemukan buku ini dalam bahasa Spanyol yang ditulis oleh seorang berkebangsaan Ukraina bernama Mustafa Al-Arandi yang mengklaim telah menerjemahkannya ke dalam bahasa Italia. Dalam pendahuluan dari salinan dinyatakan bahwa seorang biarawan bernama Marino yang dekat dengan Paus Sixtus pada suatu hari di tahun 1585 mengunjungi perppustakaan Paus dan menemukan sebuah surat dari St. Irenaeus yang mengkritik Rasul Paulus dan mendasarkan kritikannya itu pada Injil Barnabas. Setelah itu Marino berkeinginan kuat untuk menemukan Injil itu.
Suatu hari ia berjumpa dengan Paus Sixtus V dalam perpustakaan sampai Paus ketiduran; dia kemudian mengambil kesempatan itu untuk mencari buku itu dan menemukannya.
Namun beberapa ilmuwan beranggapan bahwa penulis Injil Barnabas ini adalah Marino sendiri, yang ketika dia memeluk agama Islam kemudian mengganti namanya menjadi Mustafa Al-Arandi.

KESALAHAN INJIL BARNABAS
Ketika membaca Injil Barnabas, maka saya berani menyimpulkan bahwa penulisnya adalah seorang Muslim yang memang mengetahui sedikit tentang agama Kristen. Buktinya adalah:
1. Melebih-lebihkan Muhammad di atas Yesus

Pasal 44 alinea 6 “Dan ketika aku (Yesus) telah paham kepadanya (Muhammad), jiwaku telah dipenuhi dengan penghiburan sembari berkata: ‘Oh Muhammad, semoga Allah beserta engkau, dan mudah-mudahan Dia menjadikan aku (Yesus) layak untuk membuka tali sepatumu karena apabila aku mampu mencapai ini, aku akan menjadi seorang Nabi Besar dan orang kudus utusan Allah”.
Pasal 97 alinea 1 “walaupun aku (Yesus) tidak layak membuka ikatan tali sepatunya, aku telah menerima anugerah dan karunia” .

Pasal 97 'Kemudian imam itu berkata: "Dengan nama apakah Mesias itu akan dipanggil?" {Yesus menjawab} "Muhammad adalah namanya yang diberkati" '
dan
Yesus mengaku, dan mengatakan kebenaran: "Aku bukanlah Mesias itu." (ps. 42:2)


2. Penulisnya tidak tahu geografis tanah Israel dan lingkungan sekitar Yesus

Pasal 20 alinea 1 Yesus pergi ke laut Galilea, dan naik ke dalam sebuah perahu berlayar ke kotanya Nazareth; dan waktu itu terjadi suatu topan di laut, sampai akhirnya perahu itu hampir tenggelam”
Fakta: Bagaimana mungkin Yesus berlayar ke Nazareth, karena seluruh orang tahu kalau Nazareth terletak di atas bukit Galilea, bukannya di pesisir pantai seperti yang dikatakan penulis.

Pasal 63 alinea 2 “… Allah telah mentakdirkan untuk menghancurkan Niniwe, karena Dia tidak menjumpai seorangpun yang takut kepada Allah. Allah memanggil nabi Yunus dan mengutus ke kota itu, tetapi dia melarikan diri ke Tarsus…” Dalam konteks tulisan di pasal ini, penulis Injil Barnabas mengangga[ bahwa Niniwe berada di daerah Israel/Palestina.
Fakta: Niniwe adalah ibukota kerajaan Asyur dan didirikan di jalur sebelah timur sungai Tigris. Jadi anggapan penulis bahwa Niniwe tertelak di sekitar Palestina adalah seperti menunjukkan kebodohannya untuk kesekian kalinya.

3. Penulisnya tidak kenal dengan Yesus

Pasal 3 alinea 1 “Ketika Yesus lahir, Pilatus adalah Gubernur, sedangkan jabatan kepala agama (Imam Besar) dipegang oleh Ananias dan Kayafas”.
Fakta: Kebodohan penulis kembali terlihat karena Pilatus baru menjadi Gubernur pada tahun 26 sampai 36, sedangkan Ananias Imam Besar tahun 6 M dan Kayafas tahun 8 sampai 36 M. Yang benar adalah ketika Yesus dihukum salib, Pilatus dan Kayafas memang menjabat pada posisinya masing-masing, tapi tidak waktu Yesus lahir.

Pasal 142 alinea 2 dikatakan bahwa Mesias tidak akan datang dari keturunan Daud tapi dari keturunan Ismael dan perjanjian itu diberikan kepada Ismael bukan kepada Ishak.
Fakta: Jika masalah perjanjian antara Ishak dan Ismael, semua orang sudah tahu bahwa ada perbedaan pandangan antara Islam dan Kristen dimana Islam percaya bahwa janji itu diberikan kepada Ismael, tapi Kristen dan Yahudi berpandangan sebaliknya. Tapi kalau dikatakan bahwa Mesias dating bukan dari keturunan Daud, jelas ini merupakan suatu ketololan penulis.
Mungkin dia memiliki dua maksud, pertama dia ingin berkata bahwa Yesus lahir dari keturunan Ismael. Kalau memang dia ingin berkata seperti ini berarti jelas dia salah. Yang kedua penulis ini mungkin ingin berkata bahwa Muhammad adalah Mesias. Jelas sekali ini pendapat ngawur karena Mesias itu merupakan janji bagi orang Israel/Yahudi, sedangkan Muhammad memusuhi Yahudi. Kemudian kalau memang tujuannya adalah untuk berkata bahwa Muhammad adalah Mesias, ini justru semakin memperkuat pendapat kalau penulis bukanlah pengiukut Kristus tapi seorang Muslim.

4. Penulisnya memasukkan cerita yang tidak masuk akal serta tidak berakar pada keKristenan

Ayat-ayat dari Injil Barnabas dibawah ini tidak akan saya kupas, karena saya yakin Anda sudah mengetahui kesalahannya.

Pasal 35 alinea 9, 10, 12 Lalu firman Allah kepada Satan: ‘Bertobatlah kamu dan bersyahadatlah kepadaKu karena Akulah Pencipta kalian… Kemudian Satan pergi sambil meludah pada tanah bumi itu dan Malaikat Jibril mengangkatkan ludah itu beserta sedikit tanah, sehingga sekarang manusia mempunyai pusat pada perutnya”

Pasal 51 alinea 2-7 dimana bercerita bahwa Yesus kasihan kepada Satan dan memohon pengampunan bagi Satan kepada Allah, dan kemudian Allah berkata “Aku mau mengampuni dia, hanya kalau dia berkata ‘Allah Tuhanku, aku telah berdosa, berilah ampunan kepadaku’, dan Aku (Allah) akan mengampuni mereka (setan) dan mengembalikannya kepada kedudukannya semula. Bahkan setelah Allah berkata demikian, Yesus membalasnya dengan perkataan “Aku sangat gembira bahwa aku (Yesus) telah membuat pendamaian ini”.

5. Yesus menolak disebut sebagai Allah

Pasal 53:6 dan setelah mengatakan hal ini, Yesus memukul wajahnya dengan kedua tangannya, dan kemudian menutupi tanah dengan kepalanya, sambil berkata: "Terkutuklah barangsiapa yang memasukkan ke dalam ucapan-ucapanku bahwa aku adalah anak Allah"

Pasal 69:6 dan setelah berkata demikian Yesus keluar dari Bait Allah. Dan rakyat mengagungkannya, karena mereka membawa semua orang yang sakit yang dapat mereka kumpulkan, dan Yesus setelah berdoa memulihkan kesehatan mereka: oleh karena itu, pada hari itu di Yerusalem tentara-tentara Romawi, melalui pekerjaan Setan, mulai menghasut rakyat, sambil berkata Yesus adalah Allah Israel, yang telah datang untuk melawat umat-Nya."

Pasal 70:1 Yesus menjawab: "Dan engkau; menurut engkau siapakah aku?" Petrus menjawab: "Engkau adalah Kristus, anak Allah". Lalu Yesus menjadi marah, dan dengan murka Yesus menegurnya sambil berkata: "Pergilah daripadaku, karena engkau adalah iblis yang berusaha membuat aku berdosa”

Pasal 94:1 Yesus berkata lagi: "Aku mengaku di hadapan surga, dan meminta kesaksian dari semua yang hidup di muka bumi, bahwa aku adalah seorang asing bagi semua orang yang telah berkata tentang aku, yakni, bahwa aku lebih daripada seorang manusia biasa. Karena aku, yang lahir dari seorang perempuan, takluk kepada penghakiman Allah; yang hidup di sini seperti semua orang lainnya, sama-sama dapat mengalami penderitaan yang sama."

Pasal 97:1 Kemudian imam itu menjawab, dengan gubernur dan raja: "Jangan sesali dirimu, O Yesus, yang kudus dari Allah, karena di masa kita pemisahan ini tidak akan ada lagi, karena kami akan menulis kepada senat Romawi yang suci dengan cara yang sedemikian bijaksana sehingga dengan dekrit kaisar tak seorangpun akan menyebut engkau Allah atau anak Allah." Kemudian Yesus berkata: "Kata-katamu tidak menghibur aku, karena ketika engkau mengharapkan terang, kegelapanlah yang akan datang; tetapi penghiburanku terdapat dalam kedatangan sang Utusan, yang akan menghancurkan setiap pandangan yang salah tentang aku, dan imannya akan menyebar dan akan menguasai seluruh dunia, karena demikianlah yang telah Allah janjikan kepada Abraham bapak kita."

KESIMPULAN
Alkitab berkata “Satu orang saksi tidak dapat menggugat seseorang mengenai perkara kesalahan apa pun atau dosa apapun yang mungkin dilakukannya; baru atas dua atau tiga orang saksi perkara itu tidak disangsikan” (Ulangan 19:15, serta ayat kutipan di May 18:16, 2 Kor 13:1, 1 Tim 5:19, Ibr 10:28).
Artinya bagaimana mungkin kesaksian satu orang (Barnabas) mau melawan empat saksi (Matius, Markus, Lukas dan Yohanes) walaupun seandainya benar Barnabas adalah penulis Injil tersebut.
Allah menulis Injil melalui empat orang saksi karena Dia tahu bahwa suatu saat ada banya orang tolol yang ingin meragukan Injil.

Karena hal ini saya Percaya Kristus & memilih-NYA

DAFTAR NEGARA PENGANIAYA KRISTEN

Setiap tahun, sebuah organisasi bernama "Open Doors" mengeluarkan laporan World Watch List yang merupakan isi dari daftar negara yang menganiaya orang-orang Kristen.
Yang dijadikan kriteria dalam mengukur tingkat penganiayaan adalah:


  • Apakah negara memiliki hukum yang menyediakan kebebasan-kebebasan beragama?
  • Apakah legal untuk menjadi orang Kristen?
  • Apakah orang Kristen dibunuh / dipenjarakan karena iman mereka?
  • Apakah tulisan-tulisan Kristen dilarang beredar?
  • Apakah tempat-tempat pertemuan Kristen (gereja, rumah) diserang untuk alasan-alasan keagamaan?
Berikut adalah daftar dari negara tersebut:

1. Korea Utara
Mayoritas: Paham Sosialis Komunis
Jumlah Kristen: 406.000 (1,7% dari jumlah Penduduk)
Pemerintah Korea Utara menganggap Kristen (terutama Protestan) memiliki hubungan yang kuat dengan dunia Barat dan melakukan tekanan yang berat bagi para pemeluk agama Kristen, khususnya Protestan.
Memiliki sebuah Alkitab di Korea Utara bisa dijadikan sebagai bukti yang cukup kuat untuk melakukan penangkapan yang kemudian dimasukkan kedalam kamp konsentrasi milik pemerintah.
Di Pyongyang terdapat empat gedung gereja yang terdiri dari dua gereja Protestan dan dua gereja Katholik. Salah satunya (Katedral Changchung) adalah gereja resmi pemerintah.
Seorang pakar hukum yang merupakan ahli mengenai Korea Utara berkata bahwa gedung bangunan tersebut hanyalah kamuflase. Bahkan, orang asing tidak diperbolehkan beribadah di gereja karena bisa dianggap sebagai mata-mata. Dan jika ada khotbah yang menyinggung masalah politik atau menghina paham komunis, maka Pendeta atau Pastor tersebut akan ditahan pemerintah untuk kemudian dilatih untuk tidak berbicara seperti itu lagi.

2. Iran
Mayoritas: Islam

Jumlah Kristen: 300.000 (1% dari jumlah Penduduk)
Kekristenan di Iran telah memiliki sejarah yang sangat panjang. Bahkan sebelum berkembangnya ajaran Islam, keKristenan sempat menjadi agama populer disana.
Ada beberapa gereja yang sangat tua di Iran - mungkin yang tertua dan terbesar adalah Tatavous Vank (St Tatavous Cathedral), yang juga disebut Kelissa Ghara (biara hitam) selatan Makou.
Kekristenan telah mengalami penurunan dalam hal perpindahan ke agama Kristen dalam 20 tahun terakhir akibat penganiayaan yang dilakukan oleh umat muslim. Menurut laporan, kurang dari 1.000 jiwa yang menerima Kristus dalam 5 tahun terakhir.
Angka pertumbuhan keKristenan yang dulu sangat tinggi membuat pemerintah memberikan tekanan kepada gereja dan melarang berbagai aliran baru (Pentakosta, Advent, Baptis, dll) untuk masuk kesana.
Pada tahun 1990-an, dua orang muslim yang kemudian menjadi pelayan Kristen ditangkap dan dijatuhi hukuman mati akibat tuduhan murtad.


3. Afghanistan
Mayoritas: Islam

Jumlah Kristen: 500 - 8.000 (kurang dari 1% dari jumlah Penduduk)



Republik Islam Afghanistan tidak mengakui warga Afghanistan sebagai orang Kristen. Warga Afghanistan juga secara hukum tidak diperbolehkan untuk masuk Kristen. Meskipun tidak ada hukum eksplisit yang melarang penginjilan, pemerintah dan sebagian besar masyarakat melihat praktek tersebut bertentangan dengan kepercayaan Islam.
Hanya ada gereja yang diakui di Afghanistan yang terletak di kantung wilayah diplomatik yang hanya diperuntukkan bagi warga non-Afghanistan.
Pada tanggal 5 Agustus 2010, sepuluh anggota tim Bantuan Misi Internasional Misi ditemukan tewas di Kuran wa Munjan Provinsi Badakhshan di Afghanistan. Satu anggota berhasil melepaskan diri sedangkan sisanya tewas. Mereka membunuh enam orang Amerika, dua warga Afghanistan, satu warga Inggris dan satu Jerman.


4. Saudi Arabia
Mayoritas: Islam

Jumlah Kristen: 1.200.000 (sebagian besar adalah pekerja dari Filipin, India
)


Arab Saudi memungkinkan orang Kristen untuk masuk ke negara mereka sebagai pekerja asing untuk pekerjaan sementara, tetapi tidakmemungkinkan mereka untuk mempraktekkan iman mereka secara terbuka, karena itu orang-orang Kristen umumnya hanya beribadah secara rahasia di dalam rumah-rumah pribadi. Produk dan artikel milik agama lain selain Islam dilarang. Ini termasuk Alkitab, salib,patung, ukiran, barang dengan simbol-simbol agama, dan lain-lain.

Tidak ada gereja atau rumah-rumah ibadah non-muslim ibadah lainnya yang diizinkan di negeri ini, bahkan di dalam kedutaan besar, tetapi barang religius non-Muslim adalah sah meskipun mereka kadang-kadang disita.

Perpindahan agama oleh non-Muslim adalah ilegal, dan konversi oleh umat Islam ke agama lain (murtad) dapat dihukum dengan hukuman mati, meskipun belum ada laporan mengenai eksekusi untuk pemurtadan dalam beberapa tahun terakhir.



5. Somalia
Mayoritas: Islam



Jumlah Kristen: 1.000 (kurang dari 1% jumlah penduduk
)
Konstitusi Somalia mendefinisikan Islam sebagai agama Republik Somalia, dan syariah Islam sebagai sumber dasar untuk perundang-undangan nasional.
Berbeda dengan negara lain diatas, ancaman bagi gereja di Somalia justru datang dari pembrontakan dan peperangan.
Karena perang sipil yang sedang berlangsung di bagian selatan negara itu, orang yang mengaku sebagai Kristen di Somalia seringkali mengalami penganiayaan hingga mati. Tidak ada gereja yang berdiri disana dan juga tidak ada perlindungan hukum bagi orang Kristen yang menjalankan ibadahnya. Artinya pemerintah tidak memberikan jaminan keamanan dalam hal ibadah. Itu sebabnya orang Kristen lebih memilih untuk beribadah di bawah tanah (gereja bawah tanah). Tentara Somalia juga pernah terlibat dalam penjarahan harta milik orang Kristen dan tidak ditindak secara hukum.


6. Maladewa
Mayoritas: Islam

Jumlah Kristen: tidak diketahui pasti

Maladewa adalah negara kepulauan yang terletak di selatan India yang bergugus di Samudra Hindia.

Islam adalah agama resmi dari Maladewa. Praktek yang terbuka atas semua agama lain dilarang dan dianggap sebagai pelanggaran terhadap hukum negara.

Menurut mantan Presiden Maumoon Abdul Gayoom, tidak ada agama selain Islam yang diizinkan di Maladewa.

Pada tahun 1998, beberapa orang asing yang diduga melakukan pekabaran Injil diusir serta beberapa orang Kristen pribumi ditangkap. Misionaris Kristen tidak diperbolehkan. Menurut World Christian Encyclopedia (2ndedition), Volume 1, p. 480 Gereja India Selatan, Evangelical Mennonite dan Gereja Advent Hari Ketujuh memiliki pos di wilayah ini. Warga Maladewa yang masuk Kristen kehilangan akan kewarganegaraan mereka dan resiko penyiksaan. Pengusiran orang Kristen terjadi beberapa kali dalam 10 tahun terakhir. Presiden Maumoon Abdul Gayoom menyatakan bahwa kemerdekaan negara hilang, jika tidak seluruhnya muslim.



7. Yaman
Mayoritas: Islam

Jumlah Kristen: 4.000 (kurang dari 1% jumlah penduduk)
Yaman adalah negara yang terletak di jazirah Arab.
Tidak seperti negara lain diatas, pemerintah Yaman mengizinkan para misionaris untuk masuk ke negara ini sebatas untuk penyediaan fasilitas kesehatan, sosial dan pendidikan.
Tidak ada konstitusi maupun undang-undang yang melindungi ataupun menghambat kebebasan beragama, namun, kebijakan pemerintah memberikan kontribusi terhadap praktek kebebasan dalam beragama. Konstitusi menyatakan bahwa Islam adalah agama negara,dan bahwa syariat (hukum Islam) adalah sumber dari semua undang-undang.
Kebijakan Pemerintah terus memberikan kontribusi terhadap praktek kebebasan beragama, namun, dengan beberapa pembatasan. Muslim dan pengikut kelompok agama lain selain Islam bebas untuk beribadah menurut kepercayaan mereka, tetapi pemerintah melarang orang Islam untuk meninggalkan agama atau berpindah ke agama lain. Meskipun hubungan antara kelompok-kelompok agama terus berkontribusi untuk kebebasan beragama, ada beberapa laporan pelanggaran sosial dan diskriminasi berdasarkan keyakinan agama yang terjadi.

8. Irak
Mayoritas: Islam

Jumlah Kristen: 900.000 (3% dari jumlah penduduk)
Kristen Irak sekitar 3% dari populas dimana sebagian besar hidup di Irak Utara dan terkonsentrasi di area Ninewa dan Dahuk. Tidak ada statistik resmi, dan estimasi sangat bervariasi. Pada tahun 1950 Kristen berjumlah 7-10% dari penduduk 5,5 juta. Sejak perang Irak tahun 2003, orang Kristen Irak telah berimigrasi ke Suriah dalam jumlah yang signifikan namun tidak diketahu secara pasti jumlahnya. Kristen Irak dibagi menjadi tiga badan gereja:
- "Kasdim" (Kasdim Gereja Katolik)
- "Asiria" atau "Nestorian" kelompok (Gereja Assyria Timur dan Gereja Kuno Timur)
- "Syriac Barat" atau "Yakobit" kelompok (Syria Gereja Ortodoks danGereja Katolik Syria)

Pada tahun 2010, laporan muncul di Mosul dari orang-orang yang berhenti di jalan-jalan, meminta kartu identitas mereka, dan menembak jika mereka memiliki nama yang menunjukkan asal Kristen. Pada tanggal 31 Oktober 2010, 58 orang, termasuk 41 sandera dan imam, yang tewas setelah serangan terhadap sebuah gereja Katolik di Baghdad. Sebuah kelompok yang berafiliasi dengan Al-Qaida, Negara Islam Irak, menyatakan bahwa orang Kristen adalah "target yang sah.", serangkaian pembomandan serangan mortir ditargetkan daerah mayoritas Kristen-Baghdad.


9. Uzbekistan
Mayoritas: Islam

Jumlah Kristen: 1.600.000 (6% jumlah penduduk, dimana 1.400.000-nya adalah pemeluk Ortodoks)
Menurut catatan HAM Internasional literatur agama (Alkitab dan buku rohani) seringkali disita dan dibakar.
Forum 18, sebuah organisasi hak asasi manusia yang berbasis diNorwegia, telah mendokumentasikan penggerebekan yang dilakukan oleh polisi Uzbek terhadap sebuah gereja yang tidak melapor kepada pemerintah yang kemudian dipukuli,didenda, dan mendapat teror dan intimidasi.


10. Laos
Mayoritas: Budha dan Komunis

Jumlah Kristen: 150.000 (2% jumlah penduduk)
Pemeluk Kristen biasanya terpusat di kota Vienttiane. Kristen adalah agama minoritas di Laos. Ada tiga Gereja diakui di Laos: Gereja Injili Laos, Gereja Advent dan Gereja Katolik Roma.
Denominasi Kristen yang memiliki beberapa pengikut juga terdapat di negara initetapi yang tidak diakui oleh Pemerintah, termasuk Metodis, Gereja Kristus, Sidang Jemaat Allah, Lutheran (mayoritas Kristen di Laos-sekitar 100.000 jemaat), dan Baptis. Tidak diketahui secara pasti penyebabnya, tapi gereja Lutheran adalah gereja yang paling sering medapat perlakuan kasar dari pemerintah.
Konstitusi memberikan kebebasan beragama, namun Pemerintah membatasi hak ini dalam praktek. Beberapa pejabat pemerintahmelakukan pelanggaran kebebasan beragama warga negara.
Seorang pria Kristen di Propinsi Salavan ditangkap pada 1 April2006 untuk menolak untuk menyangkali imannya dan ditempatkan di bawah tahanan rumah sampai dibebaskan pada akhir Juli 2006. Pada akhir periode yang dicakup oleh laporan ini, ada empat tahanan dalam kasu keagamaan yang dikenal, serta setidaknya tujuh Protestan lain yang tampaknya ditahan tanpa alasan yang pasti.